Tulisan ini juga tersedia di Academia
Dialog dengan masyarakat desa membuahkan refleksi bahwa mereka memiliki orientasi yang berjangka pendek, secara khusus adalah mereka hanya ingin terus-menerus memenuhi kebutuhan ekonominya. Mereka menolak menjalani proses untuk menanam investasi dalam dirinya, yaitu melalui pendidikan. Menurut literatur, secara teoritis, hal tersebut dikarenakan mereka merupakan: (1) kelas pekerja yang memiliki orientasi fungsional, dan (2) mayoritas pekerja petani yang memiliki pola pemikiran “safety first”. Namun, kondisi tersebut bukanlah kondisi final yang niscaya tidak dapat dirubah. Merujuk pada Freire, hadirnya dialog mampu merubah orientasi mereka.